"Pesona Dua Pulau di Pantai Nusa Dua, Bali"



            Nusa Dua adalah sebuah kawasan resor eksklusif yang mulai dikembangkan pada tahun 1970-an di wilayah selatan Bali, Indonesia. Kawasan ini terkenal sebagai destinasi resor bintang lima yang luas, mencakup area seluas 350 hektare dan menawarkan lebih dari 20 resor mewah. Terletak sekitar 22 kilometer dari Denpasar, ibu kota provinsi Bali, Nusa Dua berada dalam wilayah kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Nama "Nusa Dua" sendiri berarti "dua pulau," merujuk pada dua pulau di teluk yang dikelola oleh Bali Tourism Development Corporation. Di sisi selatan terdapat Pulau Peninsula, sementara di sisi utara terdapat Pulau Nusa Dharma, yang lebih kecil, teduh, dan menjadi lokasi Pura Nusa Dharma.

Asau-usul Pantai Nusa Dua

Sebagian besar tempat di Bali memiliki cerita atau legenda yang melatarbelakangi keberadaannya, termasuk Pantai Nusa Dua. Menurut laman Kutaselatan.badungkab.go.id, pantai berpasir putih ini memiliki kaitan erat dengan kisah Mahapatih Kebo Iwa, seorang tokoh sakti dari Kerajaan Bedahulu di bawah pemerintahan Raja Sri Astasura Bumi Banten.

Pada masa itu, kekuatan Kebo Iwa membuat Bali sulit ditaklukkan oleh Majapahit. Untuk mengatasi hal tersebut, Mahapatih Gajah Mada dari Majapahit menyusun strategi dan mengundang Kebo Iwa ke Tanah Jawa. Sebelum berangkat, Kebo Iwa memohon kekuatan dari Sang Hyang Rudra di Pura Uluwatu. Sebagai pemberian, Sang Hyang Rudra memberikan dua batu sakti yang meningkatkan kesaktian Kebo Iwa. Batu tersebut kemudian dibawa oleh Kebo Iwa, satu untuk Kerajaan Bedahulu dan satu lagi untuk dibawa ke Jawa.

Namun, dalam perjalanannya ke Tanah Jawa, batu yang dibawa Kebo Iwa pecah menjadi dua dan jatuh di tepi pantai, di lokasi yang kini dikenal sebagai Nusa Dua. Kebo Iwa kemudian memohon agar batu tersebut menjadi sumber kehidupan bagi umat manusia. Seiring waktu, batu tersebut membesar dan membentuk dua pulau kecil, yang kini dikenal sebagai Peninsula dan Nusa Dharma. Nama Nusa Dua, yang berarti "dua pulau," berasal dari legenda ini.

Tanjung Benoa

Tepat di utara kawasan Nusa Dua terdapat Semenanjung Tanjung Benoa, yang menawarkan hotel-hotel dengan harga lebih terjangkau serta Desa Benoa. Kawasan ini dikenal sebagai area multi-denominasi, di mana terdapat masjid, kuil Cina, dan kuil Hindu yang berdiri berdekatan. Namun, sebagian besar pantai di daerah ini mengalami erosi akibat penambangan karang penghalang di sekitar wilayah tersebut yang digunakan sebagai bahan bangunan.

Pelabuhan Benoa, yang juga berada di kawasan ini, dulunya berfungsi sebagai tempat bersandar bagi kapal pesiar dan kapal kecil. Pada Desember 2012, pelabuhan ini diresmikan sebagai Benoa Cruise International Terminal, menjadi pelabuhan perputaran yang memungkinkan penumpang kapal pesiar untuk memulai atau mengakhiri perjalanan mereka. Sebagai pelabuhan perputaran, wisatawan dapat tiba atau meninggalkan Pelabuhan Benoa menggunakan kapal pesiar atau pesawat.

Pada 26 Desember 2012, Gubernur Bali menyetujui izin untuk pemanfaatan, pengembangan, dan pengelolaan kawasan Teluk Benoa. Area seluas 838 hektare yang direklamasi oleh PT Tirta Wahana Bali International direncanakan menjadi kompleks wisata mewah, mencakup hotel, vila, apartemen, rumah sakit internasional, serta pusat hiburan seperti taman hiburan sekelas Disneyland.

Harga tiket

Mengunjungi Pantai Nusa Dua tidak memerlukan biaya masuk sama sekali. Namun, bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi seperti mobil atau motor, akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000. Beberapa fasilitas wisata di pantai ini dapat dinikmati secara gratis, meskipun terdapat juga layanan dan sarana tertentu yang memerlukan biaya tambahan.





Komentar

Postingan Populer