"Pesona Dua Pulau di Pantai Nusa Dua, Bali"
Asau-usul Pantai Nusa Dua
Sebagian besar tempat di Bali
memiliki cerita atau legenda yang melatarbelakangi keberadaannya, termasuk
Pantai Nusa Dua. Menurut laman Kutaselatan.badungkab.go.id, pantai berpasir
putih ini memiliki kaitan erat dengan kisah Mahapatih Kebo Iwa, seorang tokoh
sakti dari Kerajaan Bedahulu di bawah pemerintahan Raja Sri Astasura Bumi
Banten.
Pada masa itu, kekuatan Kebo Iwa membuat Bali sulit
ditaklukkan oleh Majapahit. Untuk mengatasi hal tersebut, Mahapatih Gajah Mada
dari Majapahit menyusun strategi dan mengundang Kebo Iwa ke Tanah Jawa. Sebelum
berangkat, Kebo Iwa memohon kekuatan dari Sang Hyang Rudra di Pura Uluwatu.
Sebagai pemberian, Sang Hyang Rudra memberikan dua batu sakti yang meningkatkan
kesaktian Kebo Iwa. Batu tersebut kemudian dibawa oleh Kebo Iwa, satu untuk
Kerajaan Bedahulu dan satu lagi untuk dibawa ke Jawa.
Namun, dalam perjalanannya ke Tanah Jawa, batu yang dibawa
Kebo Iwa pecah menjadi dua dan jatuh di tepi pantai, di lokasi yang kini
dikenal sebagai Nusa Dua. Kebo Iwa kemudian memohon agar batu tersebut menjadi
sumber kehidupan bagi umat manusia. Seiring waktu, batu tersebut membesar dan
membentuk dua pulau kecil, yang kini dikenal sebagai Peninsula dan Nusa Dharma.
Nama Nusa Dua, yang berarti "dua pulau," berasal dari legenda ini.
Tanjung Benoa
Tepat di utara kawasan Nusa Dua
terdapat Semenanjung Tanjung Benoa, yang menawarkan hotel-hotel dengan harga
lebih terjangkau serta Desa Benoa. Kawasan ini dikenal sebagai area
multi-denominasi, di mana terdapat masjid, kuil Cina, dan kuil Hindu yang berdiri
berdekatan. Namun, sebagian besar pantai di daerah ini mengalami erosi akibat
penambangan karang penghalang di sekitar wilayah tersebut yang digunakan
sebagai bahan bangunan.
Pelabuhan Benoa, yang juga berada di kawasan ini, dulunya
berfungsi sebagai tempat bersandar bagi kapal pesiar dan kapal kecil. Pada
Desember 2012, pelabuhan ini diresmikan sebagai Benoa Cruise International
Terminal, menjadi pelabuhan perputaran yang memungkinkan penumpang kapal pesiar
untuk memulai atau mengakhiri perjalanan mereka. Sebagai pelabuhan perputaran,
wisatawan dapat tiba atau meninggalkan Pelabuhan Benoa menggunakan kapal pesiar
atau pesawat.
Pada 26 Desember 2012, Gubernur Bali menyetujui izin untuk
pemanfaatan, pengembangan, dan pengelolaan kawasan Teluk Benoa. Area seluas 838
hektare yang direklamasi oleh PT Tirta Wahana Bali International direncanakan
menjadi kompleks wisata mewah, mencakup hotel, vila, apartemen, rumah sakit
internasional, serta pusat hiburan seperti taman hiburan sekelas Disneyland.
Harga tiket
Mengunjungi Pantai Nusa Dua tidak
memerlukan biaya masuk sama sekali. Namun, bagi pengunjung yang membawa
kendaraan pribadi seperti mobil atau motor, akan dikenakan biaya parkir sebesar
Rp5.000 hingga Rp10.000. Beberapa fasilitas wisata di pantai ini dapat
dinikmati secara gratis, meskipun terdapat juga layanan dan sarana tertentu
yang memerlukan biaya tambahan.




Komentar
Posting Komentar