"Mengenal Proyek 613, Cikal Bakal Kapal Selam Monkasel Surabaya"



    Kelas Whiskey adalah kapal selam pertama yang dirancang oleh Angkatan Laut Soviet setelah Perang Dunia II. Namun, akar desainnya berasal dari masa-masa sulit selama Perang Patriotik Raya. Pada tahun 1943, Staf Angkatan Laut Soviet mulai mencari pengganti untuk kapal selam patroli jarak menengah lama mereka, yaitu kelas Type-S 'Stalinets' dan Type-Shch 'Shchuka'. Sebagai tanggapan, para insinyur Soviet mengembangkan Proyek 608, sebuah versi modern dari kapal selam Type-S. Desain ini mencakup sejumlah peningkatan berdasarkan pengalaman perang, termasuk sistem sonar yang diadaptasi dari teknologi Inggris melalui proses reverse-engineering.

Proyek ini awalnya berjalan sesuai rencana hingga Angkatan Laut Soviet menemukan bangkai U-250, kapal selam Type-VII Jerman, pada September 1944 di Teluk Finlandia. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kapal selam modern ini menunjukkan bahwa teknologi Soviet masih jauh tertinggal dalam perlombaan persenjataan bawah laut. Akibatnya, Proyek 608 dibatalkan, dan desainnya direvisi untuk mengadopsi pelajaran dari studi tentang Type-VII.

Setelah perang berakhir pada 1945, Soviet mendapatkan akses ke beberapa kapal selam Type-XXI Jerman yang lebih canggih. Hal ini mendorong penghentian sementara pengembangan Proyek 608 untuk membandingkan desainnya dengan Type-XXI dan melakukan penyempurnaan. Akhirnya, pada tahun 1948, desain final dirampungkan sebagai Proyek 613.

Proyek 613 memiliki desain lambung ganda yang sedikit lebih besar dibandingkan Proyek 608 sebelumnya. Kapal ini dilengkapi dua poros baling-baling, masing-masing dengan mesinnya sendiri, motor listrik, serta motor lambat yang dipasang dengan peredam kejut, sebuah fitur baru dalam desain Soviet. Kapal selam ini dipersenjatai dengan empat tabung torpedo di haluan dan dua di buritan, serta sebuah meriam anti-pesawat untuk perlindungan dari serangan udara.

Komentar

Postingan Populer